28 Maret 2016 - 16:44
Bom Bunuh Diri Taliban Tewaskan 70 Lebih Orang di Lahore

Sebuah kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab akibat serangan bom bunuh diri 'terhadap umat Kristen yang sedang merayakan Paskah' di sebuah taman bermain yang dipenuhi perempuan dan anak-anak.

Menurut Kantor Berita ABNA, setidaknya sudah lebih dari 72 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan bom bunuh diri di sebuah taman di Lahore, Pakistan (27/3). Saat serangan berlangsung, taman itu dipenuhi keluarga yang sebagian sedang merayakan Paskah. Kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak

Presiden Pakistan mengutuk serangan mematikan tersebut dan pemerintah daerah memberlakukan masa berkabung selama tiga hari. Ledakan tersebut terjadi di gerbang utama ke taman Gulshan-e-Iqbal, tempat biasanya mobil biasanya ditinggalkan, dan tak jauh dari tempat ayunan anak-anak.

Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun Geo TV, ia tengah bersama isteri dan dua anaknya ketika mendengar ledakan, dan mereka langsung terjengkang ke tanah.

Hasan Imran, 30, seorang penduduk setempat yang sedang jalan-jalan di taman itu mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Ketika ledakan terjadi, bara api membumbung begitu tinggi hingga melampaui pepohonan dan saya lihat jasad-jasad manusia terlempar ke udara."

Beberapa saksi mata lainnya mengatakan, potongan tubuh, kaki, tangan, dan kepala berserakan di area parkir. Ledakan dahsyat itu juga terdengar ke seantero wilayah kota Lahore, ibu kota Provinsi Punjab, Pakistan timur itu.

Saat terjadi ledakan, taman Gulshan-e-Iqbal itu sedang padat oleh pengunjung, umumnya keluarga-keluarga yang sedang menikmati liburan. Sebagian besar di antaranya adalah keluarga Kristen yang sedang merayakan hari Minggu Paskah.

Menurut petugas keamanan dan saksi matan, korban ledakan itu umumnya anak-anak dan perempuan. Menurut seorang pejabat Lahore, Mohammad Usman, jumlah yang terluka mencapai 200 orang lebih.

“Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak,” kata Inspektur Polisi Mustansar Feroze, petugas yang sedang berada di lokasi kejadian.

Titik ledakan berada di gerbang masuk taman Gulshan-e-Iqbal, yang di sekitarnya merupakan area parkir padat kendaraan. Juga tidak jauh dari area bermain anak-anak.

Salah satu faksi Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar mengatakan kepada media, merekalah pelaku serangan itu. "Kami bertanggung jawab atas serangan terhadap orang-orang Kristen yang sedang merayakan Paskah itu," kata juru bicaranya, Ehansullah Ehsan kepada Express Tribune, Pakistan.

"Kami memang merancang serangan itu untuk menyasar umat Kristen," tambahnya lagi,melalui sambungan telepon, Senin (28/3). Meksipun korban terbanyak justru dari warga muslim Pakistan yang juga turut berada dilokasi kejadian untuk mengisi hari libur. 

Ehsanullah bahkan menegaskan, kelompoknya bakal melakukan serangan serupa di waktu mendatang, dengan menyasar sekolah dan universitas.  

Tariq Fatimi, penasihat perdana menteri Pakistan, mengatakan, serangan ini adalah kejahatan yang memengaruhi semua kemanusiaan, apakah di Lahore, Peshawar, Brussels, ataupun Paris.

Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan Perdana Menteri Nawaz Sharif mengecam ledakan bom tersebut. Mereka meminta polisi melakukan penyelidikan menyeluruh, serta memburu faksi Taliban yang bertanggung jawab atas ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri itu.

Lahore adalah ibukota Punjab, provinsi terbesar dan terkaya Pakistan.

Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, di ibukota, Islamabad, polisi menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan orang-orang yang berunjuk rasa mendukung Mumtaz Qadri, polisi yang membunuh gubernur Punjab, Salman Taseer yang dikawalnya, lima tahun lalu.

Qadri membunuh Salman Taseer karena gubernur itu menentang hukum penistaan, dan antara lain membela seorang perempuan Kristen yang dipenjarakan oleh perkara itu.

Kota ini juga merupakan markas politik Perdana Menteri Nawaz Sharif.atas 'serangan terhadap umat Kristen yang merayakan Paskah'

Sejak 2004, Pakistan disibukkan degan pemberontakan kelompok radikal, di mana kelompok-kelompok seperti Taliban secara rutin melakukan serangan sebagai bagian dari upaya mereka menggulingkan pemerintah. Namun, kota Lahore, ibu kota kebudayaan Paksitan yang terletak tak jauh dari perbatasan dengan India, terbilang aman dalam beberapa tahun terakhir.

Secara umum, tingkat serangan kelompok militan menurun drastis sejak angkatan darat Pakistan menggelar serangan besar terhadap basis-basis Al Qaeda maupun Taliban di wilayah barat laut negeri itu pda 2014. Meski demikian, sesekali kelompok militan masih bisa melakukan serangan balasan yang cukup mematikan.